Ardiansyah, Mantan Ketua BEM STISIP Mbojo Bima menyampaikan, bahwa pembentukan BUMD itu sejatinya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan mendorong peningkatan PAD. Bukan malah sebaliknya, menguras APBD daerah.
"Perumda Bima Aneka dan PD Wawo menjadi beban APBD. Tampa memiliki ide-ide cemerlang dan produktif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,"ungkap Ardiansyah kepada awak media, Sabtu (11/9/2021).
Ia menjelaskan, Pemerintah daerah Kota Bima telah menetapkan perda nomor 9 tahun 2019, tentang penyertaan modal pendirian Perumda bima aneka dengan Anggaran yang begitu fantastis. Yakni mencapai Rp.16 miliar.
" Diduga, Begitupun PD Wawo, dibawa kendali Pemerintahan kabupaten Bima yang telah menggelontorkan anggaran Rp puluhan miliaran, ironisnya saat in. Tapi tidak bisa dikelola dengan baik,"terangnya.
Aktivis senior ini juga mendesak pemerintah daerah Kota dan Kabupaten Bima untuk segera membubarkan kedua BUMD tersebut.
"Walikota dan Bupati Bima harus melakukan rapat bersama DPRD, segera bubarkan Perumda Bima Aneka mampu PD Wawo. Karena percuma menganggarkan Anggaran besar, jika tidak memberikan Konstribusi jelas untuk Daerah,"tegasnya. (Red/06/MA/06).
Sembari menunggu tanggapan pihak yang diduga pengelola anggaran BUMD Pemda Bima dan Pemkot Bima serta Kepala daerah, berita ini ditayangkan oleh media Aspirasi.


Posting Komentar