Panitia Dituding Pungut Uang Untuk Sosialisasi USBN



Foto: Sosialisasi Penyelenggaaraan USBN di gedung Sinar AS Kecamatan Bolo, Kamis (15/2).
Bima, Media Aspirasi- Pelaksanaan sosialisasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang diadakan Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima di Gedung Sinar AS Kompeks Pasar Sila dipersoalkan.  Pihak panitia pelaksana kegiatan tersebut dituding memungut uang dari Kepala Sekolah (Kasek) sebesar Rp 50 ribu untuk biaya konsumsi.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan HM Noer itu diikuti sebanyak 300 lebih sekolah dasar (SD) se Kabupaten Bima. Salah satu Kasek di Kecamatan Bolo yang enggan dicantumkan namanya, menyayangkan adanya dugaan pungutan uang oleh panitia pelaksana.

“Masa kegiatan sebesar itu tidak anggarannya, sampai harus adanya pengumpulan uang untuk biaya konsumsi,” ujarnya pada media ini.

Dengan adanya pengumpulan uang tersebut, usai kegiatan pihaknya langsung berkoordinasi dengan salah satu pihak Dikbudpora Kabupeten Bima. Dan oknum tersebut menyatakan bahwa kegiatan tersebut sudah ada alokasi anggarannya.

“Kalaupun ada anggarannya, kenapa harus dibebankan ke kami. Sekaligus menjadikan dunia pendidikan ini sebagai lahan bisnis,” sorotnya.

Ditegaskannya, meski bentuk pengumpulan uang tersebut tidak besar, tapi langkah yang dilakukan sangat disesalkan. Apalagi diketahui, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut. “Kita sangat sesalkan adanya pengumpulan uang seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Dikdas Dikbudpora Kabupaten Bima, Hj Jubaidah membantah adanya pengumpulan uang sebesar Rp 50 ribu dengan alasan konsumsi peserta saat itu. Menurut dia, konsumsi peserta semuanya telah disediakan oleh panitia pelaksana. “Konsumsi kita yang sediakan. Yakni nasi sebanyak 450 kotak,” sebutnya.

Dia mengaku tudingan adanya pengumpulan uang tersebut tidak benar. Sebab pihak panitia tidak pernah memerintahkan siapapun mengumpulkan uang untuk kegiatan tersebut.

“Kasek itu kumpulkan uang sama siapa? Kami tidak pernah perintah untuk kumpulkan uang. Sebab semuanya disediakan panitia,” tegas Hj Jubaidah.

Dijelaskannya, kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh SD yang ada di Kabupaten Bima. Terkecuali sekolah yang ada di Kecamatan Tambora. “Sekolah yang hadir sebanyak 300 SD. Terkecuali SD di Kecamatan Tambora,” pungkasnya.(MA2)