Hari Jum'at, Ini Rutinitas Pemdes dan Warga Rade


Foto: Pemdes dan Warga Desa Rade Kecamatan Madapangga saat melaksanakan kerja bakti.
Bima, Media Aspirasi- Pemerintah Desa (Pemdes) dan warga Desa Rade, Kecamatan Madapangga kini memiliki rutinitas baru setiap hari Jum'at. Sebagaimana hasil kesepakatan Pemdes dan warga setempat, hari Jum'at diagendakan untuk kegiatan kerja bakti. 

Sekretaris Desa (Sekdes) Rade, Amirudin S Pd mengatakan, adanya kegiatan tersebut sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan. Disamping itu juga untuk membangun semangat gotong royong dan kerja sama antar Pemdes dan warga setempat. "Kerja bakti menjadi kegiatan rutin Pemdes dan warga Rade setiap hari Jum'at dan sudah diputuskan dalam rapat, " ujarnya, Minggu (18/2).

Kata Dia, kerja bakti harus menjadi salah satu prioritas. Sebab pembangunan infrastruktur desa tidak akan bermanfaat secara maksimal jika infrastruktur tersebut tidak dirawat dengan semangat dan kesadaran gotong royong masyarakat desa.
“Gotong royong ini sengaja dilakukan dalam rangka merawat infrastruktur yang ada, seperti drainase, irigasi, jembatan dan lainnya ,” tuturnya.

Semua infrastruktur tersebut kata dia, dibangun dengan menggunakan Dana Desa. Dengan tujuan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang. “Kalau masyarakat punya kesadaran untuk merawat insfraktruktur yang ada, Dana Desa tahun berikutnya akan diprioritaskan pada sektor lainnya seperti pemberdayaan, ” ujar pria yang akrab disapa Amir Riskan itu. 

Dia menegaskan, Dana Desa sama sekali bukan untuk menghilangkan tradisi gotong royong. Melainkan diharapkan mampu menciptakan kemandirian masyarakat, baik secara ekonomi maupun sosial budaya. Sehingga kedepannya masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pemerintah.
“Kalau kita bisa merawat infrastruktur yang sudah dibangun. Maka kita bisa lebih fokus menggunakan anggaran Dana Desa untuk program lainnya, ” jelasnya.

Demikian pula disampaikan Kepala Dusun (Kadus) II, Abdullah Usman. Kerja bakti yang rutin diharapkan mampu melestarikan lingkungan dan insfraktruktur yang ada. 
“Kita sudah sepakat dalam rapat, kerja bakti akan rutin dilakukan setiap Jum’at. Program itu sudah dimulai sejak Jum’at lalu (16/2), ” ujar Abdullah.

Diakuinya, sedianya program tersebut tidak menggunakan dana desa, karena tidak tercantum dalam pos anggaran. Untuk menyiasati hal itu, Pemdes setempat mengumpul dana seadanya untuk biaya konsumsi selama kegiatan. 
“Program kerja bakti menggunakan dana swadaya Pemdes. Karena tidak ada posnya dalam dana desa, ” pungkasnya. (MA1)