Bagaimana tidak, mayoritas bangunan di semua ruang kelasnya mengalami kerusakan yang kian parah. Bahkan, satu ruang kelas terpaksa tidak difungsikan lagi lantaran rusak di setiap sudut hingga nyaris roboh.
Meski demikian, terpantau masih ada satu ruang kelas yang kondisi bangunannya juga sangat tidak layak namun tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kerusakan ruang kelas yang statusnya paling akut ini bahkan dimanfaatkan secara bergantian oleh murid kelas 1 dan kelas 2, untuk menuntut ilmu.
Kelas berkapasitas murid ini begitu tak sedap dipandang mata selayaknya kapal pecah di hantam oleh ombak yang besar. Sekitar 90 persen plafon telah hancur hingga tampak jelas bagian atap serta genteng. Pun, demikian juga dengan lantai kelas yang pecah dan ambles di mana-mana.
Dinding kelas yang terbuat dari papan kayu juga perlahan miring karena tak kuat menahan beban.
Seluruh material kerangka kayu juga terlihat lapuk akibat faktor usia. Sebagian tembok dari semen juga telah keropos hingga menyisakan sejumlah retakan.
"Kami takut kelasnya ambruk, apalagi saat ini sering hujan. Air hujan bocor di mana-mana. Saat hujan, kami semua ketakutan terlebih ada angin kencang. Kami mohon perbaiki bangunan sekolah kami," harap para, siswi MI Yasim Rite saat ditemui di sela aktivitasnya bersekolah, pada hari Senin (06/09/2021).
Lain lagi dengan, siswi yang justru ketakutan dengan gigitan serangga jenis rayap yang terkadang terlihat menggerogoti bangunan kelasnya.
Hama pemakan kayu itu bahkan tampak merusak lemari berikut buku-buku koleksi di kelas.
Saat Wartawan menginginkan Tanggapan dari pihak Kepala sekolah, Malah Merasa tidak ingin untuk di publikasikan dengan kondisi fisik gedung dan atap sekolah yang 90% persen hancur.
Dalam cerita kepala sekolah, kenapa saya tidak mau memberikan tanggapan, karena sudah puluhan Media, yang mengangkat Berita sekolah ini. Namun hingga kini belum juga di perhatikan.
Mengutip pernyataannya kepsek, Sudah sering mengajukan permohonan Melalui proposal ke pihak pemerintah, agar terhubung pada pihak pemerintah pusat. Guna melihat kondisi sekolah ini.
Pantauan wartawan Media Aspirasi, melihat kondisi yang sangat prihatin dengan keadaan sekolah yang bertempat di dusun tengge keli, desa rite kecamatan ambalawi kabupaten bima provinsi NTB. Penulis Aryadin Pimred.


Posting Komentar