Hari Lingkungan Hidup 2021: Restorasi Ekosistem untuk Lingkungan Lebih Baik

Jakarta ~ Media Aspirasi ~ Nomor: SP. 173/HUMAS/PP/HMS.3/06/2021 H HariLingkungan Hidup (HLH) diperingati seluruh dunia pada tanggal 5 Juni. Tahun ini, puncak peringatannya dipusatkan di Pakistan. HLH ke-47 tahun ini mengambil tema Restorasi Ekosistem.


Tema ini berkaitan dengan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang telah mendeklarasikan tahun 2021-2030 sebagai Dekade PBB Restorasi Ekosistem (UN Decade on Ecosystem Restoration). Berdasarkan literatur dan informasi dari berbagai ahli, dalam sepuluh tahun kedepan merupakan periode terpenting untuk mencegah bencana akibat perubahan iklim, serta untuk menjaga keanekaragaman hayati. 


Dekade Restorasi Ekosistem juga untuk mencegah, menghentikan, dan waktu dunia di seluruh ekosistem. Peringatan HLH tahun ini merupakan saatnya untuk dapat melakukan penyesuaian berpikir dan bertindak.


"Inilah momen kita. Kita tidak bisa mengembalikan waktu. Tapi kita bisa mengambalikan kondisi lingkungan, melalui berbagai aktivitas positif dalam menjaga dan merawat lingkungan. Kita adalah generasi yang berdamai dengan alam," ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya saat memberikan sambutan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2021 secara virtual, Sabtu (05/06/2021).

Tema Restorasi Ekosistem juga seperti semangat dan langkah-langkah Indonesia dalam pengelolaan lingkungan dan kehutanan. Beberapa langkah tersebut antara lain melakukan perbaikan dan rehabilitasi hutan dan kawasan guna upaya mengatasi krisis perubahan iklim. Kemudian, memastikan pengelolaan konservasi dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.


Pemerintah juga menempuh upaya dalam pemulihan ekonomi nasional, melalui kegiatan padat karya, penanaman serta rehabilitasi mangrove dan restorasi gambut. Restorasi hutan pun dilakukan untuk mengatasi krisis lingkungan elemen udara, udara dan tanah/tutup lahan. Yang tidak penting adalah restorasi kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.


Secara praktis, restorasi ekosistem dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam kurun waktu 2015 hingga saat ini, berupa pemulihan lahan dengan total area tidak kurang dari 4,69 juta ha lahan terhitung, termasuk gambut dan mangrove. bertujuan untuk mengembalikan suatu ekosistem hutan terdegradasi menuju kondisi yang semaksimal mungkin mendekati keadaan semula, dalam komposisi dan kondisi keanekaragaman hayati.


Hal penting lainnya, Restorasi Ekosistem akan sangat membantu dan dibutuhkan dalam upaya menurunkan emisi GRK dan meningkatkan stok karbon. Dalam hal ini, lndonesia sangat serius dalam upaya pengendalian deforestasi, penghentian konversi hutan primer dan gambut, serta laju kebakaran dan lahan, serta rehabilitasi hutan dan mangrove, ekonomi sirkuler, pengembangan energi baru dan terbarukan, proklim dll.


Hal yang tidak kalah penting dalam Restorasi Ekosistem dan ketahanan iklim yang berkelanjutan adalah kesadaran dan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat. Demikian pula kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi yang masif dan sistematis menjadi keniscayaan untuk dijalankan semua pihak.


Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2021 menjadi momen penting untuk terus menggugah, menumbuhkan, serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik tentang ekosistem dan pengelolaannya secara optimal.


"Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup ini, diharapkan dapat menambah kita untuk terus memperbaiki diri dalam semangat berperilaku adil terhadap lingkungan," ungkap Menteri Siti.


Lingkungan yang sehat membutuhkan dukungan dan keterlibatan para pemangku kepentingan, khususnya di tingkat lokal, sehingga masyarakat berdaya dalam mengelola dan mengelola lahan tempat mereka dengan lebih baik. Pemberdayaan masyarakat memajukan solusi lokal dan mendorong partisipasi aktif dalam restorasi ekosistem.


"Mari kita bekerja, bahu-membahu, dalam satu arah vektor, bagi kemajuan bangsa ini. Jangan kontraproduktif, dan jangan menegasikan. Karena kita harus maju tanpa pilihan. Di 2030 itu puncak, apakah kita menjadi seperti apa. Itulah situasinya dan itulah tantangan kita bersama," pesan Menteri Siti.


Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK Siti Nurbaya juga memberikan penghargaan kepada dua orang pemenang program Winner Climate Adaptation Challenge 2021, yang masing-masing mendapatkan EURO 5.000. Program ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran alumni Belanda dari Indonesia terhadap isi dan potensi Agenda Aksi Adaptasi Global, melalui ide-ide kreatif dalam rangka meningkatkan kesadaran dan agenda kampanye tersebut.

Puncak Peringatan HLH 2021 juga diisi dengan dialog Menteri LHK Siti Nurbaya dengan siswa-siswi sekolah Adiwiyata, bertajuk "Ibu Menteri Menjawab". Sejumlah publik figur turut hadir dan memeriahkan agenda hari ini di antaranya Tasya Kamila, Ridho Hafidz, Ramon Y Tungka, Nugie, Hamish Daud, Alshad Ahmad, Inez Amelia, dan Cinthia K Rani.

Jakarta, KLHK, 5 Juni 2021


Penanggung jawab berita:

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, KLHK

Nunu Anugrah.


Di tayangkan oleh Aryadin. Pimpinan Redaksi Media Aspirasi