Toba Sumut ~ Media Aspirasi ~ Belasan pengunjuk rasa mengatas namakan GTA54 (Gerakan Tuntut Akta 54) geruduk Kantor Bupati Toba dan menyuarakan tuntut akte 54 dan Surat Pernyataan PT TPL.
Pengunjuk rasa tersebut memulai aksi dengan berjalan kaki dari posko GTA54 Jalan Pematang Siantar KM 2 Lumban Sinaga menuju Kantor Bupati Toba Sumatera Utara (Sumut), Senin (14/6/2O21).
Sebelum ke Kantor Bupati Toba, Ketua GTA54 Firman Sinaga (45) menyampaikan bahwa tujuan unjuk rasa ini adalah menuntut dan mempertanyakan mengapa Bupati Toba tidak memperhatikan aspirasi masyarakat apalagi sekarang lagi booming masalah tutup TPL.
Juga akan mengungkapkan kejahatan yang dilakukan PT TPL, dan kali ini tidak akan ragu-ragu, penyuluhan kepada Bupati Toba untuk mengungkapkan semua kejahatan PT TPL agar masyarakat memahami dimana sebenarnya hak masyarakat itu atas TPL.
Jadi masalah tutup atau buka PT TPL, kata Firman, sudah lama didengungkan bahkan sudah menawarkan draf bagaimana masyarakat itu ditindaklanjuti PT TPL sebagaimana pernyataan itu sendiri.
Jadi jikapun misalnya saat ini booming gerakan tutup TPL itu adalah wajar saja karena PT TPL selalu arogan terhadap masyarakat, inilah (surat pernyataan merah) utamanya, jadi surat penyataan ini sepertinya tampaknya Pemkab Toba mengetahui sejak tahun 2002, mengapa mereka tidak mengetahuinya, atau memang sengaja mendiamkannya agar masyarakat tidak tau," pungkas Firman Sinaga dengan lantang dihadapan Sekda Kabupaten Toba Indra Simaremare.
Ia menegaskan, sedangkan surat Akta 54 saja masyarakat tidak pernah mengetahuinya, itu dapat diketahui ketika terjadi pansus (panitia khusus) dan dari pansus itu diketahui masyarakat ada Akta 54.
Untuk itu, PT TPL sendiri tidak pernah berani menerbitkan surat pernyataan 2002, demikan juga Akta 54 tidak pernah dibuka, justru PT TPL menerbitkan Akta 05. Kenapa PT TPL berani, karena disana tidak ada lagi hak masyarakat," bebernya.
Sebab, kata Firman, surat penyataan itulah dulu syarat beroperasi PT TPL dibuka kembali, maka harus dengan surat pernyataan itu juga untuk menutup PT TPL," pungkas Firman Sinaga dalam orasinya.Dikatakan, surat pernyataan tersebut harus diketahui oleh masyarakat agar perjuangan untuk metutup PT TPL tidak sia sia. Dan kalau perjuangan kali ini gagal yakinlah selamanya tidak akan pernah sukses PT TPL maupun pemerintah.
"Targetkan manusia adalah keinginan kepada pemerintah dimana letak kesalahan PT TPL itu, dimana kejahatannya, karena PT TPL itu selalu menanamkan arogansi, selalu melakukan adu domba, emang masyarakat itu tidak, kami itu manusia," tegasnya.
"Tidak pernah pemerintah memihak kepada masyarakat dan selalu memihak kepada PT TPL", tambah Firman yang diaminkan rekannya. Para pengunjuk rasa juga membawa beberapa spanduk berisikan tuntutan kepada Bupati Toba.
"Ratusan masyarakat telah masuk penjara setelah kehadiran PT TPL, telah menjadi korban dan korban jiwa, tak satu pun dari para Direktur PT TPL atas berbagai dugaan kejahatan yang telah dilakukan PT TPL. Mana nuranimu Pak Poltak? Bupati kami kau, Bupati TPL kah ", tulis dalam spanduk tersebut.
"Pemkab Toba bukan pemerintahan kabupaten Toba, Pemkab Toba adalah pemerintahan PT Toba Pulp Lestari, Bupati Toba Poltak Sitorus adalah Bupati PT TPL, Bupati Toba dukung perusak lingkungan dan perusahaan, pelanggar HAM, Genocide Corporate dan Ecoside Corporate," tulisnya.
Para pengunjuk rasa langsung diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toba, Indra Simaremare sebagai wakil Bupati Toba Poltak Sitorus.
Firman Sinaga dihadapan Sekda Toba mempertanyakan bagaimana pernyataan sikap dari Pemkab Toba terhadap Surat Pernyataan PT TPL apakah mau mengakui surat itu atau tidak.
Sementara itu, menanggapi protesa rasa, Sekda Kabupaten Toba Indra Simaremare dalam menjawab menjawab mengatakan akan menyampaikan semua pengunjuk rasa kepada pihak PT TPL.
Dan dikatakan Sekda, bagaimana sikap mereka terkait surat pernyataan PT TPL yang ditanda tangani pada tahun 2002 lalu.
"Kita sampaikan nanti ke PT TPL, dan sikap mereka tentang surat pernyataan itu," ujar Sekda Toba.
Unjuk rasa yang dilakukan GTA54 ke Kantor Bupati Toba tetap di kawalan dan pengawasan Polisi dari Polres Toba dalam menyampaikan aspirasi agar berlangsung aman dan kondusif serta memerapkan protokol kesehatan(MA6).
Pewarta : Bonni T Manullang


Posting Komentar