Aksi Begal & Jambret Marak Dikawasan GBLA Kota Bandung Patut Mendapat Perhatian Semua Pihak

BANDUNG ~ Media Aspirasi ~ Maraknya aksi Jambret,dan Begal di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Stadion- GBLA) sangat meresakan untuk itu masyarakat harus berhati-hati jika ber di GBLA, upayakan jika berkendara jangan lakukan sendiri karena para jambret,dan pelaku begal selalu mengincar di saat kita tengah.


Seperti yang di alami Dwi Septi Anggraini warga Desa Cibiru Hilir,Kecamatan Cileunyi,Kabupaten Bandung,karyawan sebuah perusahaan swasta di kota Bandung.


Ia, menjadi korban Jambret di kawasan GBLA. peristiwa tersebut terjadi pada hari kamis, 3 Juni 2021 Pukul 16.30 Wib.saat korban pulang kerja melintas dikawasan GBLA, menuju Desa Cibiru Hilir,karena jarak tempuh lebih dekat sehinga korban selalu melewati jalur tersebut menuju kerumahnya.


Tepat di kawasan GBLA tiba tiba korban di pepet oleh dua orang yang mengendarai Motor Metic warna putih menarik Tas korban dari arah sebelah kiri sehinga putus , korban tidak terjatuh dari motor.


Korban sempat berteriak mintak tolong,namun pelaku jambret kabur,kearah masjid terapung,aksi jambret tersebut terbilang nekat karena disaat bersamaan dikawasan GBLA ada Oprasi Yustisi. 


Atas kejadiaan tersebut korban harus kehilangan Tas kulit warna Hitam,1 buah HP merek OPPO A3S warna hitam, kunci kantor tempat korban kerja


Kejadian tersebut sudah dilaporkan Ke-Polsekta Gede Bage pada hari jumat,4 juni 2021,dengan Laporan Polisi Nomor:LP/39/VI/2021/JBR/RESTABES BDG/SEKTOR GEDEBAGE.

Saat korban melapor, beberapa orang unit Reskrim Mapolsek Gedebage yang bercerita terkait rawanya kawasan GBLA,mereka menghimbau agar masyarakat berhati-hati.sudah ada pelaku yang sudah mereka tangkap sekarang berkasnya melimpahkan kejaksaan

     

Terkait maraknya aksi jambret, GBLA dikawasan Ketua Umum Barisan pendukung jokowidodo. (BPJW). Elvin Sibarani berharap agar pemerintah Kota Bandung memasang kamera pengawas di setiap sudut kawasan GBLA, karena aktivitas masyarakt di seputaran GBLA


Ketika terjadi tindakan kriminal, aparat penegak hukum dapat dengan mudah mendeteksi para pelaku kejahatan. Lagi pula kata Elvin,pengamanan suatu wilayah bukan tangung jawab aparat penegak hukum saja, tapi semua pemangku kepentingan harus berperan aktif sesuai kewenangan masing-masing.(Red/01)