Waduh!, Toko Alfamart Jual Minuman Berbau Amis


Foto: Pembeli asal Desa Rasabou, Dahlan dan Staf 2 Toko Alfamart, Suryadin saat menggantikan teh pucuk harum
Bima, Media Aspirasi- Keberadaan ritel modern, Alfamart, yang berlokasi di Desa Rasabou Kecamatan Bolo nampaknya tak pernah sepi sorotan. Diawal beroperasi saja, Alfamart sudah dijejali protes dan aksi unjuk rasa penolakan, lantaran lokasinya yang terlalu dekat dengan ritel tradisional sekitar dan mengancam pendapatan pedagangnya.

Kali ini, toko tersebut kembali disorot karena menjual salah satu merek minuman ringan yang berbau amis. Akibatnya, salah satu pembeli asal desa setempat mengembalikan minuman tersebut karena dirasa tak layak konsumsi.

Adalah Dahlan, warga Desa Rasabou yang  mengembalikan minuman ukuran 1.5 liter yang dibelinya dengan harga Rp. 14.500 tersebut.
“Teh pucuk harum yang dijual Alfamart bau amis. Terpaksa dikembalikan kuatir menimbulkan efek negatif, ”ujarnya, saat dikonfirmasi didepan kasir, Minggu malam (18/2).

Ceritanya, ia membeli minuman bermasalah itu bersama kebutuhan lainnya sekitar pukul 21.46 Wita. Setelah itu, ia pulang menuju kediaman salah satu keluarganya di Desa Tambe. Sesampainya, saat hendak menenggak minuman ringan yang dibelinya itu, bau tak sedap menyeruak dari botol.
Tak percaya penciumannya sendiri, Dahlan menawarkan minuman itu kepada yang lain untuk memastikan rasa dan aromanya.
 “Minuman itu sempat diminum oleh beberapa orang untuk memastikan rasanya. Semua yang coba saat itu mengaku teh pucuk harum yang dibeli di Alfamart mengandung bau tak sedap. Ada yang bilang mirip bau tape, rasanya kecut dan lainnya, ”ujar Dahlan.

Akhirnya minuman itu dikembalikan ke toko, dan pihak Alfamart menggantinya dengan minuman yang lain.
“Minuman tersebut saat dikembalikan. Tapi, pihak Alfamart meminta diganti aja, Saya terima apa yang dikatakannya, ” tuturnya.

Tak hanya Dahlan, warga Tambe lainnya, Mulia, juga mengaku jenis minuman ringan yang sama yang diminumnya berbau amis dan rasanya kecut.
“Jangan hanya berkoar bisa memberikan pelayanan terbaik. Buktinya salah satu minuman pelepas dahaga yang dijual bau amis,” sinisnya.

Salah satu staf 2 Alfamart, Suryadin, tak menampik jika minuman yang dipersoalkan memang bermasalah. “Memang, saya sudah coba rasanya, ” ujar orang nomor tiga di Alfamart tersebut.
Bau amis dan rasa kecut itu, menurut Suryadin karena pengaruh hawa AC. Terlebih tempat pajangnya berdekatan sumber AC. 
“Minuman sejenis yang disimpan jauh dari AC tentu tidak ada perubahan,” yakinnya.
Karena menilik kadaluarsa, lanjutnya, masa kadaluarsa minuman yang dibeli Dahlan sampai Agustus 2018. 

Biasanya sebulan sebelum masa kadaluarsa berakhir, jenis minuman tersebut akan ditarik dari rak.
“Masa kadaluarsa masih panjang. Indikasi teh pucuk menimbulkan bau tidak sedap sampai tidak layak dikonsumsi bisa terjadi karena salah produksi atau pengaruh AC, ” bebernya.

Sementara itu Crew 3 Alfamart, Agus Supriyanto,  menguatkan partner kerjanya, menyatakan, terkait kejadian ini pihak Alfamart akan bertanggung jawab jika ada masalah yang timbul dalam waktu singkat akibat mengkonsumsi minuman yang dijual toko.
“Kita tetap bertanggung jawab pada setiap pembeli kalau ada efek yang ditimbulkan lantaran mengkonsumsi minuman yang dijual Alfamart. Tapi hanya berlaku dalam waktu tiga hari setelah mengkonsumsi minuman tersebut,” ujarnya. (MA2)