Tuntut Transparansi Dana Desa, Mahasiswa Woro Gelar Aksi


Foto:  Massa aksi saat berunjuk rasa di depan Kantor Desa Woro.

BIMA, Media Aspirasi-Belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Woro menggelar unjuk rasa di depan kantor desa setempat, Rabu (21/2). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan berbagai tuntutan terkait penggunaan dana desa.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.30 Wita. Korlap aksi, Irwan dalam orasinya menuding banyak program Pemdes setempat yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Kebijakan yang dikeluarkan hanya bersifat sepihak dan hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu," tudingnya.

Pemdes Woro juga dinilai tidak terbuka dalam hal LPJ ADD maupun DDA. Serta mengangkat struktur lembaga BUMDes tanpa diketahui oleh masyarakat. "Masyarakat yang meminta laporan penggunaan anggaran Desa Woro tidak pernah diindahkan oleh Pemdes. Bahkan pengambilan keputusan pembentukan stuktur BUMDes bersifat rahasia, " ujar Irwan.

Mereka juga menuding Kades setempat gagal dalam kepemimpinannya. Dengan alasan tidak ada perubahan dan kemajuan dalam hal pembangunan. "Kades telah gagal. Karena selama kepemimpinannya, Desa Woro tidak mengalami kemajuan," tuding massa aksi.

Tuntutan massa aksi ditanggapi langsung oleh Kades Woro, Asikin. Dalam klasifikasinya, dia membantah berbagai tudingan yang ditujukan pada Pemdes setempat. "Kami tidak pernah mengambil kebijakan sepihak. Setiap persoalan maupun kegiatan tetap kami rapatkan dengan mengundang seluruh unsur yang ada di Desa Woro," ujarnya.

Terkait pengerjaan anggaran ADD maupun DDA lanjut Kades, tetap disampaikan dan dilaporkan ke pihak BPD dan masyarakat saat rapat. Sedangkan berkaitan dengan SPJ kata dia, tidak boleh diberikan kepada masyarakat. "Dalam aturannya, SPJ hanya boleh diambil oleh pihak Inspektorat saja," jelasnya.

Berkaitan dengan pembangunan, Kades mengklaim telah dilaksanakan dengan sebaik baiknya. Dan berdasarkan hasil pengecekan Pemerintah Kabupaten Bima kata dia, Desa Woro termasuk salah satu desa yang maju dalam hal pembangunan. "Itu adalah pencapaian kita beberapa tahun sebelumnya, " ungkap Kades.

Pada kesempatan itu, Kades Woro menyerahkan LPJ tahun 2014, tahun 2015 dan tahun 2016 kepada massa aksi. Sementara LPJ tahun 2017 baru akan selesai pada Maret tahun 2018. (MA3)