![]() | |
| Foto: Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri didampingi Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer saat memaparkan torehan keberhasilan dua tahun kepemimpinannya. |
Bima, Media
Aspirasi- Kepemimpinan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri dan Wakil Bupati
Bima Drs H Dahlan M Noer telah berjalan dua tahun. Selama menahkodai Kabupaten Bima
sudah banyak torehan yang dipersembahkan Dinda-Dahlan.
Pembangunan
yang telah dilaksanakan bersama oleh pemerintah Kabupaten Bima dan
seluruh lapisan masyarakat beserta stakeholders telah menunjukan perubahan dan
keberhasilan dari tahun ke tahun. Indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten
Bima pada tahun 2016 adalah 64,15. Terdapat tren peningkatan hingga mencapai
peringkat ke tujuh se propinsi NTB pada tahun 2017.
Peningkatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD), pada tahun 2016 sebesar Rp 110 milyar lebih.
Tahun 2017 meningkat menjadi Rp 187 milyar lebih. Selaras dengan peningkatan
PAD tersebut, di bidang tata kelola keuangan, Pemerintah Kabupaten Bima terus
berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengelcualian (WTP) dari BPK.
Keberhasilan
itu diraih berkat akuntabilitas kinerja keuangan dan kerja keras jajaran
Pemerintah Kabupaten Bima dalam memenuhi seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan
BPK. Pada tahun 2018 ini, seluruh pembayaran keuangan di Pemerintah Kabupaten
Bima dilakukan dengan sistim Non Tunai guna menghindari praktek-praktek
pemotongan dan pungli.
Di bidang
Perhubungan, armada pernerbangan telah bartambah dengan kehadiran pesawat NAM
AIR yang melayani Rute Bima- Denpasar PP. Pada tanggal 7 Februari 2018, NAM Air
telah membuka penerbangan rute Bima- Lombok dan Lombok-Bima setiap hari.
Sedangkan pada tahun 2019, pengembangan landasan pacu Bandar Udara Sultan
Muhammad Salahuddin Bima diharapkan akan tuntas, sehingga pesawat berbadan
lebar akan dapat beroperasi.
Di bidang Komunikasi
dan informatika, Radio Republik Indonesia Bima atau RRI Bima mengudara di Bima
dan kantor RRI Bima telah disiapkan di desa Kalampa kecamatan Woha. Hal ini
berkat perjuangan panjang yang terus menerus dilakukan untuk menghadirikan
Radio Publik sebagai wahana penyebarluasan informasi tentang pembangunan
daerah.
Capaian
lainnya di bidang Kominfo adalah terpasangnya 16 pemancar BTS yang membuka
isolasi wilayah selatan di kecamatan Langgudu dan Lambu, serta lingkar utara
Sanggar dan Tambora. Disamping itu, telah terpasang 86 jaringan internet pada
berbagai tempat seperti sekolah, yayasan, lembaga-lembaga sosial, Puskesmas dan
fasilitas lainnya di desa-desa terpencil.
Di bidang
kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bima meraih penghargaan sebagai daerah yang
mampu menurunkan angka Stunting pada anak yang ditandai dengan menurunnya angka
kematian bayi selama tiga tahun terakhir. Disamping itu, proses rehabilitasi
dan pembangunan 10 Puskesmas melalui Dana DAK Afirmasi maupun DAK Reguler
sebesar Rp 26 Milyar telah berjalan dengan baik di tahun 2017 dan secara
simbolis diresmikan pada peringatan dua tahun Dinda-Dahlan.
Sepuluh
Puskesmas yang dilakukan rehabilitasi maupun relokasi tersebut adalah Puskesmas
Bolo, Madapangga, Tambora, Wawo, Sape, Ngali, Palibelo, Ambalawi, Woha dan
Langgudu.
Hal yang
membanggakan, pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Bima mendapatkan Dana
Afirmasi sebesar Rp 83 Milyar untuk rehabilitasi maupun pembangunan puskesmas
baru, termasuk Puskesmas Pai kecamatan Wera. Pembangunan dan Pengembangan
Puskesmas tersebut diharapkan akan semakin memperkuat aspek-aspek
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Di bidang
pendidikan kebudayaan, pemuda dan olahraga, Pemkab Bima berhasil mendapatkan
penghargaan PAUD Tingkat Nasiona. Serta kehadiran Porgram Inovasi serta Rumah
Inovasi telah berhasil merangsang kreatifitas dan inovasi para guru dalam
proses belajar Mengajar.
Beberapa
waktu lalu, Wakil Bupati Bima mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam
Forum Rembuk Nasional Pendidikan di Kementrian Pendidikan RI. Kesempatan itu
diperoleh atas kiprah Pemerintah Kabupaten Bima dalam rangka pemeratan akses
pendidikan di daerah-daerah pinggiran dan beberapa keberhasilan lainnya di
bidang pendidikan dan kebudayaan.
Inovasi,
prakarsa dan kreatifitas masyarakat dalam mempromosikan budaya dan destinasi
wisata cukup marak sepanjang tahun 2016 hingga 2017. Dimulai dari Festival Uma
Lengge, Festival Sangiang, Festival Tanjung Langgudu, Karnaval Rimpu di Sape
dan sejumlah event lainnya.
Hal itu memberikan
energi positif bagi jajaran Pemerintah Daerah untuk terus memberikan dukungan
terhadap prakarsa dan kreatifitas masyarakat di sejumlah wilayah. Jalur
pendakian di lingkar Utara Tambora di jalur Oi Marai Desa Kawinda Toi,
Kecamatan Tambora semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan. Pada bulan April
2018, akan ada event Daki Tambora 2018 di sepanjang lingkar utara
Kecamatan Sanggar dan Tambora dengan slogan "Ayo ke Bima, Teka Tambora
2018".
Selama dua
tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Bima terus melakukan pembinaan untuk
memperkuat kelembagaan koperasi dan UKM. Di bidang perindustrian dan
perdagangan telah banyak diberikan bantuan kepada kelompok Industri Kecil
Menengah dalam rangka pengembangan usaha dan peningkatan geliat perekonomian di
daerah yang diharapkan akan terus tumbuh dan berkembang.
Di bidang
Perikanan dan kelautan, telah banyak diberikan bantuan untuk para nelayan serta
peningkatan kapasitas kelompok –kelompok nelayan dan pemberian ansuransi kepada
para nelayan. Di Bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan kesehatan Hewan,
telah banyak diberikan bantuan-bantuan untuk penguatan produksi pertanian dalam
arti luas dalam rangka ikhtiar kita bersama membangun sistim pertanaian yang
berkelanjutan di masa yang akan datang.
Di bidang
Sosial keagamaan, sepanjang tahun 2017 telah banyak dikucurkan bantuan
pembangunan masjid, mushalla, maupun pondok pesantren yang ada di sejumlah
wilayah, termasuk kegiatan khataman massal yang diselenggarakan di penghujung
tahun 2016 hingga 2017. Pada tanggal 17 Januari 2018 telah dicanangkan secara
serentak Gerakan Pesantren Sehari atau disingkat GPS sesuai Peraturan Bupati
Bima Nomor 25 Tahun 2017. “Untuk itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, mari
kita terus galakkan Gerakan Pesantren Sehari dalam rangka terus mengedepankan
aspek-aspek religus sesuai Visi Bima Ramah.” ajak Dinda pada peringatan dua
tahun Dinda-Dahlan di Kantor Bupati Bima, Sabtu (17/2).
Beberapa
pembangunan strategis yang akan dilaksanakan dalam tiga tahun kedepan antara
lain penyelesaian pembangunan kantor Bupati Bima dan kantor-kantor instansi
Pemerintah dalam lingkungan kompleks kantor Bupati Bima, pembangunan Masjid
Agung Kabupaten Bima, pembangunan Taman Panda dan sejumlah pembangunan
strategis lainnya yang insya Allah akan kita tuntaskan dalam kurun waktu tiga
tahun kedepan.
Faktor
bencana alam yang sering terjadi sepanjang tahun 2016 hingga awal tahun 2018
menjadi penyebab kerusakan sejumlah infrastruktur maupun harta benda. Sarana
jalan dan jembatan serta jaringan irigasi telah mengalami kerusakan. Sebuah
kesyukuran bahwa pada tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Bima mendapatkan
dana hibah dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR Republik Indonesia
sebesar Rp. 41,25 Milyar untuk pengembangan Infrastruktur Irigasi berbasis
pemberdayaan terpadu melalui program IPDMIP( Integrated Participatory
Development And Manajemen Of Irigation Project). Dana Hibah tersebut
dialokasikan untuk empat tahun kedepan dan untuk tahun 2018 dialokasikan
sebesar Rp. 8,3 Milyar.
Dalam rangka
menunjang pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan, infrastruktur
memiliki peran penting di dalamnya. Kemudahan akses masyarakat, barang serta
jasa memberikan pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan wilayah dan
pengentasan kemiskinan. Pemerintah Daerah berkomitmen agar 191 desa
yang ada di Kabupaten Bima sudah dapat diakses dengan jaringan jalan dan
jembatan.
Selama ini,
masih terdapat 3 desa yang belum mampu di akses dengan baik yaitu Desa Pusu,
Desa Waduruka, dan Desa Tamandaka di wilayah selatan Kabupaten Bima. Syukur
Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Daerah mampu membuka
keterisolasian wilayah sehingga seluruh desa di Kabupaten Bima sudah dapat di
akses melalui jaringan jalan dan jembatan.
Pada tahun
2016, total anggaran yang dialokasikan untuk Pembangunan / Peningkatan /
Rehabilitasi Jalan dan Jembatan sebesar Rp. 129.135.766.000 yang bersumber dari
DAK dan DAU dan tahun 2017 sebesar Rp. 131.799.311.600 yang bersumber dari DAK
dan DAU.
Meskipun
telah banyak torehan prestasi yang diraih, namun masih banyak pula tantangan,
hambatan serta pekerjaan yang belum diselesaikan. “ Insya Allah dalam tiga
tahun kedepan, kami akan mengupayakan untuk menuntaskan pekerjaan-pekerjaan
pemerintahan dan pembangunan sesuai amanah masyarakat yang tentunya harus
dibarengi dengan kerja sama, kerja keras dan semangat persatuan serta ukuwah di
antara kita semua seluruh elemen di daerah ini. Tanpa persatuan dan kesatuan
tentunya akan sangat sulit kita wujudkan cita cita dan harapan itu. “ kata
Dinda.
Dinda-Dahlan
juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas
kebersamaan yang telah ditorehkan selama dua tahun terakhir dan semoga jalinan
kebersamaan itu akan terus dirajut sampai tiga tahun kedepan. (MA3)


Posting Komentar